Pages

  • Home
  • Travel
  • Creativity
  • Review
  • PORTFOLIO

Ruang Sasa

What I Eat While Solo Travel

14 Oktober 2019 menjadi hal yang sangat gue nantikan, dengan bermodalkan nekat alias punya uang ngepas, gue berangkat untuk melakukan perjalanan solo pertama gue, atau biasa sih orang nyebutnya solo traveling. This is my first ever solo traveling, destinasi yang gue pilih adalah Singapura, kenapa? simpelnya karena gue sudah cukup tau bagaimana cara menyiasati biaya hidup di negara ini, karena ini dapat dikatakan kali ke-lima gue menyambangi negara ini, tapi ini pertama kali-nya gue melakukan perjalana ke Singapura sendiri.

detail perjalanan tidak akan gue bahasa dalam postingan ini, karena pastinya akan menjadi tulisan yang sangat panjang, jadi dalam tulisan kali ini gue hanya akan membahas makanan apa saja yang gue beli selama perjalanan gue, belinya dimana, dan harganya berapa. gue berharap tulisan ini bisa jadi referensi untuk kalian yang ingin berkunjung ke Singapura.


DAY 1 (14 Oktober 2019)


Hari pertama, gue tiba di bandara Changi sekitar jam 11 siang, gue langsung ambil simcard dan menuju ke pusat kota, hari pertama gue dibuka dengan Milo Ice seharga $1.7 di kafe kecil sekitar Little India bernama Chin Shin Huan, gue gak sengaja lewat kafe kecil ini, tertarik dengan tulisan sejarah si kafe di dinding, gue pun masuk dan beli Milo Ice-nya, bedanya dengan minuman milo di Indonesia, di sini lebih terasa.


Lanjut, sekitar jam 18.00 PM, gue keliling kawasan Orchard, lalu melipir ke 7-11 dan beli biryani seharga $3.90 ini, kebetulan gue jarang beli air mineral, karena gue selalu ngisi botol minum gue pas di hostel, lumayan hemat haha


DAY 2 (15 Oktober 2019)


Hari ke-dua, gue cukup impulsif untuk makanan, karena beberapa kali jajan dan gak tau kenapa bawaannya laper teruuss, gue hampir menghabiskan $20 hanya untuk makanan, dan itu jauh diatas batas budget harian yang sudah gue tetapkan.


padahal jam 10.00 AM itu gue makan di Subway Sandwich dengan porsi yang besar, tapi jam 13.00 PM gue melipir ke Long John Silver's dan mendadak pesen dori fish rice-nya seharga $9 something, gue lupa tepatnya berapa tapi intinya sekitar $9.


Nah! ini gue beli mulanya karena kemasanya kok eye-catching sekali, pemilihan warna cocok, dan font-nya pas, jiwa designer gue mendadak muncul hahaha, beli dengan harga $2 di Daiso Tiong Bahru Plaza, gue pikir rasanya bakal biasa aja, kaya minuman kemasan pada umumnya, tapi ternyata enak :( 


Sekitar jam 16.00 PM, gue ke Toast Box di kawasan Lavender, sebenarnya ke sini bukan karena lapar atau haus, tapi kangen sama suasana di Lavender, di sini gue beli milo ice dengan harga $2 something, dengan rasa yang sama dengan Chin Sin Huan, kayanya gue lebih milih Chin Sin Huan  karena lebih murah hehe

DAY 3 (16 Oktober 2019)



Hari ke-tiga diawali dengan gyoza Old Changkee, lalu makan siang di 7-11 dengan curry rice seharga $3.90 dan Soya Milk seharga $1.40, gue beli Soya Milk karena lebih murah dari Aqua yang harganya $2.20 hahaha, gak se-impulsif  kemarin, seingat gue sih di hari ke-tiga gue bahkan gak menghabiskan $10 untuk makan.

DAY 4 (17 Oktober 2019)




Gue beli laksa di 328 Katong Laksa, dari awal emang sudah niat mau makan ini, tapi baru inget di hari terakhir karena keasikan eksplore pemukiman warga lokal :'), 328 Katong Laksa ini aslii enak bangett, sedikit berasa kari, porsinya banyak, enak, gak salah kalo ter-tempel sticker Michelin Guide Singapore di toko-nya.

selama 4 hari gue melakukan solo traveling, gak banyak makanan yang bisa gue coba karena selain budget yang ngepas, gue juga lupa karena ke-asikan keliling kawasan warga lokal hahahah, tapi dari tulisan ini bisa disimpulkan kalau kalian pegang $50 untuk budget makan selama 4 hari itu sangat mungkin, tentunya ini hanya budget untuk makan, masih ada kebutuhan lain seperti top-up Ezlink, simcard, dan biaya tak terduga yang perlu disiapkan.

Thanks for your time to read my story!
07.36 No comments
tampak depan Toast Box : doc ruang sasa

Finally! Toast Box hadir lebih dekat dengan akses yang jauh lebih mudah tentunya karena gak jauh dari rumah gue. jadi, Toast Box itu semacam kopitiam yang menunya adalah breakfast menu ala Singaporean (sebutan untuk warga singapore). ketika berkunjung ke Singapore, Toast Box salah satu kedai favorit gue! tentu menjadi favorit gue karena harganya yang murah dan toast-nya yang enak, seriusan gue cinta banget sama traditional toast butter-nya!

Gue akan membahas harga, interior, dan toast-nya, gue gak akan bahas kopinya. fyi gue gak bisa dan kurang suka kopi, jadi percuma bahas kopi karena semua kopi di lidah gue bakal sama aja hahaha.
gue membandingkan interior antara Toast Box di Singapore dengan di Gandaria City ini, sama-sama didominasi warna putih dan lampu yang super terang, untuk tampilan desain pada lembar menu-nya pun sama, tapi Toast Box Gandaria City terlalu fancy jika dibandingkan dengan yang di Singapore, bahkan ada dry flower sebagai hiasan di setiap meja. jadi kesan sederhana kopitiamnya gak terlalu berasa di gue hehehe, tapi tampilan interior fancy seperti ini kayanya sudah disesuaikan ya dengan masyarakat kita yang selesai makan ya ngobrol dan leha-leha dulu, jadi dibikin nyaman dengan tampilan interior yang cantik.

tampilan interior: doc ruang sasa
hiasan pada setiap meja di Toast Box


Pada meja order menu ada wall decor bungkus kopi yang menurut gue cantik banget, warna soft disesuaikan banget sama interiornya, semua dekorasi terlihat serasi. mejanya marmer putih dengan garis halus abu-abu, sangat cantik! tapi, untuk suasana gue jauh lebih suka Toast Box Singapore karena jauh lebih sederhana. untuk harga sama ya! harga kopi dan toast-nya sama, tapi karena di Indonesia nol-nya banyak, rasanya bagi gue untuk toastnya cukup pricey hehehe.

wall decor di Toast Box Gandaria City
daftar menu Toast Box Indonesia
Gue pesen Traditional Toast Butter Sugar, butiran gula di butter-nya gak sehalus yang biasanya gue pesen di Toast Box SG, tapi rasa toast-nya sama, sama-sama enak! hehe porsi-nya juga sama! sama-sama dikit wkwkwk garing-nya pas, dan butter-nya meleleh di mulut, gak ngerti ini enak banget! kalo gue ketemu peri yang bisa ngasih satu aja permintaan, gue mau minta porsi toast yang dijual Toast Box lebih banyak :( karena seenak itu sih.

traditional toast butter sugar Toast Box Indonesia


TERIMA KASIH SUDAH BACA!


04.10 No comments

I have known this book since last year, but I just bought it in 2019 because in 2018 I was very busy and worried about not having time to read this book, sok sibuk banget yekan gue. ya tapi emang basi banget gak sih baru di review sekarang? hahah


di tulisan ini gue mau ulas sedikit tentang buku yang layoutnya ciamik ini, pertama gue mau kasih tau buku ini punya empat bagian, yaitu Notes on Being Yourself, Notes on Dreams, Notes on Love, dan Notes on Mindsets.
banyak banget tulisan di buku ini yang selain jadi reminder, juga menampar gue secara halus. ya pokoknya banyak tulisan yang relatable bagi gue, karena gue mengalaminya. teman dekat gue, Nadya dan Nafilah udah tau banget kalo gue suka banget baca buku dengan kategori self improvement, karena gue bisa belajar banyak dan mengimplementasikannya ke diri gue. gue sebenernya kurang suka baca buku-buku yang terlalu serius, gue baca buku untuk rileks, untuk santai, untuk tenang, bukan untuk pusing-pusingan, pliss hidup gue aja udah cukup rumit, masa gue harus mikirin isi buku yang juga rumit mhehehheheh

nah! buat kalian yang sedikit setipe sama gue, suka baca buku untuk rileks dan santai, buku Maudy Ayunda ini udah pilihan pas banget buat me time, buat intropeksi diri, dan buat ngerasain tenang. ya gimana ya, ada banyak banget tulisan yang nenangin gue, apalagi keadaan gue saat ini lagi butuh-butuhnya semangat dan motivasi.



"Forgive Yourself
Nobody is perfect.
we all have made mistakes at some point in the past
but don't let that haunt you.
Please stop being too hard on yourself. You probably did all you could."



"Realize that you are basically an accumulation of the experiences and people around you. you
know nothing of how another person got to where he/she is right now. Realize that some of
the most ridiculous theories were once commonly endorsed. realize that you could be wrong."

Kutipan terakhir yang gue tulis diatas merupakan salah satu tulisan yang paling gue suka, diri gue saat ini adalah paduan dari pengalaman dan orang-orang di sekitar gue sangat benar adanya, dan gue bisa aja jadi orang yang benar, bisa juga jadi orang salah, tergantung juga dilihat dari sudut pandang mana, di awal gue udah kasih tau kalo buku ini punya empat bagian kan? nah! bagian yang jadi favorite gue adalah Notes on Mindsets. isinya gue suka karena gue pernah mengalami hal serupa secara pribadi. bagian ini juga bikin gue buat evaluasi diri gue sendiri.

Oke, mari kita lompat dari isi buku yaaaa, spoiler dong kalo gue kebanyakan cerita isi bukunya hahaha, salah satu yang gue suka dari buku ini adalah tata letak dan desain sampul depan yang asli ciamik, isi bukunya juga menggunakan kertas yang tepat, dilapisi hardcover dan tulisan dengan emboss emas bikin buku ini minimalis dan elegan, kayanya gue yakin siapapun suka sama estetika yang disajikan Maudy Ayunda di buku ini, ditambah lagi banyak dilengkapi gambar si nona manis Maudy Ayunda hahaha gak melulu tulisan isinya, buat yang visual person macem gue ni udah enak banget jadi bahan bacaan.
jadi??? gue sarankan kalian baca buku ini, atau gue sangat setuju kalo buku ini bertengger unyu dirak buku kalian yang penuh debu itu.

okedeh, sekian dari gue! salam manis dari Sasa.



23.42 No comments


Singapore terkenal dengan biaya hidup yang cukup tinggi, walaupun sebenarnya untuk harga makanan tidak terlalu berbeda dengan di Indonesia, bahkan bagi saya sama karena porsi yang disajikan lebih banyak jika dibandingkan porsi makanan yang dijual di Indonesia. Kunjungan saya beberapa waktu lalu bersama sang kakak, Alika. kami jarang ngemil, karena harga cemilan dan makanan berat hampir sama, jadi kami lebih memilih makanan berat yang bisa lebih lama menahan perut.

Tapi, pagi hari di stasiun MRT Aljunied, ada gerai Old Changkee. saya beli dua item fish cake saat itu. ternyata makan satu aja kenyang, rasanya juga enak. senangnya Old Changkee saat ini punya gerai di Gandaria City, yang kebetulan cukup dekat dengan rumah.

Harganya murah bagi saya karena rasanya saya suka dan porsinya yang cukup besar, mulai dari 0.80 - 2.30 SGD sudah bisa ngemil kenyang.


tapi kalau keadaan perut saya lagi laper banget, rasanya saya lebih memilih paket nasi lemak daripada ngemil Old Changkee, karena perut saya harus kena nasi seenggaknya sehari sekali hahahaha

02.12 No comments



Sasa tidurnya dimana?
Sasa itu asrama?
Sasa bareng orang asing ya bobonya?
Sasa lagi dimana? kok kaya di barak?

Ada beberapa pertanyaan serupa yang intinya nanyain tentang dormitory yang sempat beberapa kali gue posting di instastory, dan postingan ini gue buat khusus untuk cerita tentang si dormitory yang gue tempatin beberapa hari yang lalu ini. liburan gue ke Singapore beberapa waktu lalu itu udah direncanakan sejak 6 bulan sebelum keberangkatan, nabungnya pun sepanjang satu semester, untuk biaya tiket pesawat PP, hostel, deposit serta makan dan transport selama di sana itu udah gue perhitungkan dengan sangat matang, karena gue ingin liburan sehemat mungkin, salah satu yang bisa menekan biaya pengeluaran gue adalah urusan penginapan, gue bukan tipikal perempuan ribet yang hotel harus gini harus gitu, asal bisa molor ya gue sih it's okay banget hahaha.
Hostel itu bentuknya dormitory, yang satu kamar berisi sekitar 6 sampai 14 kasur dimana yang ada di kamar itu isinya para stranger yang entah darimana asalnya, ada yang dari Thailand, Korea, Jepang, atau bahkan Eropa. Asik loh! bisa nambah temen dan melatih bahasa. Hostel juga memiliki biaya yang jauh lebih murah dibanding Hotel. Gue tinggal di Mori Hostel selama 4 hari, dan kebetulan gue lagi dapet harga murah banget, di traveloka Mori Hostel lagi turun harga jadi gue cuma mengeluarkan uang sekitar 400 ribu rupiah untuk 4 Hari 3 Malam, murah kan?? HAHAHA

Kualitas kamar bagaimana? seperti yang gue bilang, gue tidur nyampur bareng pelancong dari berbagai macam negara, gue pilih female dorm dengan jumlah 6 kasur perkamar, kamar bersih sih menurut gue, gue gak berharap banyak, di kamar disediakan loker dan hair dryer, AC dingin tapi gue gak masuk angin kok. btw kasurnya merk king koil temen-temen, karena di kosan gue bobo di kasur busa big foam, jadi kemarin itu gue bersyukur bisa bobo di king koil yang luar biasa nyaman, hmm norak emang si Sasa ini.
Hari pertama gue sekamar sama 2 perempuan thailand yang kulitnya putih bersih mulus licin macam porselen, meski gue agak buluk dikit tapi tetep mancungan gue sih. terus hari kedua gue sekamar sama seorang perempuan bernama kak Mely, siapakah dia? dia orang Bogor! dan ternyata rumah dia di Bogor Baru, deket banget sama kosan gue!! dunia memang sempit teman-teman.

Terakhir gue tinggal di dormitory itu waktu liburan gue ke Singapore di tahun 2013, dan waktu itu gue dapet harga 200rban permalam perkasur, dihitungnya permalam dan perkasur bukan perkamar, karena kan sekamarnya bareng-bareng. dan tahun 2017 gue dapet harga sekitar 100rban permalam itu seneng banget, hemat coy hemat!












Mori Hostel ini kamar mandinya ada di luar kamar, dan lagi-lagi kamar mandinya sharing, walaupun campur kamar mandi cewek-cowok tapi cukup bersih kok, wastafel ada, shower room ada 2, mesin cuci ada 2 juga, dan WC ada 2.




pas check in gue disuruh bayar deposit sebesar $20 yang nantinya akan dikembalikan pas kita check out, setelah bayar deposit gue dikasih sprei, selimut, dan sarung bantal. nantinya sprei dan kawan-kawannya itu kita balikin pas check out, jadi kita pasang sprei dan kawan-kawannya sendiri, self service yang menurut gue asik sih.
meskipun murah, Mori Hostel ini nyediain breakfast berupa sereal, kopi, teh, roti berserta para selai, dan disini disediain air juga buat kita minum, ambil gelas terus isi air dan minum deh, hemat! karena air di Singapore mahal hahaha

mungkin kalo orang-orang bakal berpikir bosen sama breakfastnya yang gituuuu terus, tapi gue gak masalah, yang penting kenyang.
Karena di sini kita self service, jadi setiap kita selesai pakai sendok, gelas, piring, mangkok, dan perintilan dapur, ya kita harus cuci sendiri.
Karena niat gue liburan sehemat mungkin, setiap sarapan gue selalu ambil sereal semangkok penuh dan bikin roti juga, lumayan banget, bisa nahan perut sampe sekitar jam 2 siang, dan hemat tentunya karena kalo beli sarapan di luar bisa keluar sekitar $3 cuma buat roti tanpa minum. gue juga sebelum eksplore tempat selalu isi air di Mori, biar hemat!
enak aja dikasih fasilitas sama Mori eh gak dipake.










Jadi selama liburan kemarin itu gue bener-bener meminimalisir pengeluaran, nah yang suka suudzon gue pasti keluar banyak uang, engga kok! gue hemat! dari tulisan ini kalian bisa tau kan sehemat apa gue dan waktu yang gue habiskan untuk nabung itu berapa lama, I'm saving so hard to be there, jadiiiiiii intinya sih, Mori Hostel ini bisa jadi pilihan buat kalian, jangan manja maunya hotel berbintang atau kamar mandi harus gini harus gitu, kamar harus gini harus gitu yaaa dan selamat nabung temen-temen buat liburan semester depan!













salam manis dari Sasa cantik.

08.36 No comments

Selamat siang semuanya^^
Ini heran banget ya sama Indonesia kalo lagi panas tuh ya bener bener panas banget yaaa
mataharinya tepat diatas kepala kayanya -____-

di postingan kali ini aku mau me-review masker Best Seller dari Skinfood yaitu... jengg.. jengg
Black Sugar Mask Wash-off
sebenernya produk ini gak bisa di bilang pure masker ya, karena texture nya itu ada butiran butiran scrub gula yang gunanya untuk mengangkat kulit mati diwajah kita, dan ketika di gosok diwajah butiran gula itu akan meleleh sedikit hihi^^

Dan untuk yang tipe kulitnya oily jangan terlalu sering scrub ya, karena bakal bikin pori-pori membesar :( karena itu seminggu satu kali saja cukup kok^^

PACKAGING

Bicara soal packaging, menurut aku ini standart packaging skinfood, gak seunyu-unyu packaging Etude House, tapi packagingnya lumayan besar dan menurut perkiraan ku kalau aku pakai seminggu sekali, satu tube ini bakal bertahan hingga kurang lebih 5 bulan hehehe, karena aku pakai sedikit aja cukup buat semuka dan leher hahahah

ini keterangan produknya ada bahasa inggrisnya^^


Skinfood Black Sugar Mask Was-Off ini memiliki penutup lagi setelah penutup utama hehe untuk lebih jelasnya bisa cek digambar, kalau gak jelas bisa diklik gambarnya^^



ISI^^


Isinya seperti yang aku bilang di atas tadi, isinya banyak dan bakal bertahan kurang lebih 5 bulan, dan texturenya agak padat pas mau dicolek, dan agak kasar untuk ukuran sebuah masker, karena itu aku bilang ini gak bisa disebut pure masker, semacam masker dan scrub jadi satu hihi^^

karena texturenya agak kasar jadi aku sarankan sebelum pakai ini wajah masih dalam keadaan lembab atau bisa dibasahi dulu mask nya, setelah itu pijat lembut diwajah, jangan memijat terlalu kencang ya.... karena bakal bikin kulit jadi iritasi :( harus extra lembut u,u


Lihatkan digambar diatas?? butirannya gulanya cukup besar...

Cara Pakai :

Cuci wajah seperti biasa, lalu ambil Black Sugar Mask ini dan ratakan diwajah, pijat lembut hingga butiran gula agak meleleh, dan kalian diamkan 10-15 menit
sebelum dibilas agak dipijat lembut dulu, baru deh di bilas^^


Yang aku suka dari produk ini :
  • Setelah dipakai wajah lebih lembut
  • Lumayan menghilangkan komedo (setelah 4 kali pakai)
  • Wanginya bikin Rileks
  • Isinya banyak^^
Yang tidak aku suka dari produk ini :
  • Butiran scrubnya agak kasar
Re-Purchase?? Kayanya mau coba yang Skinfood Rice Mask Wash-Off^^

Harga produk ini sekitar Rp. 105.000,- Sampai Rp. 145.000,-


Thanks for reading
Sorry for typo


foto hasil potret-ku sendiri jadi jangan copas tanpa credit atau di ambil tanpa izin
01.24 No comments

Popular Posts

  • Personal Note 3 : Drama Ucapan Terimakasih di Skripsi
  • Intip Lokasi Syuting Crazy Rich Asians
  • Drawing in Quarantine
  • Sepotong Perjalanan Bahagia Bersama Air Asia
  • What I Eat While Solo Traveling

Tamu

Created with by ThemeXpose