Pages

  • Home
  • Travel
  • Creativity
  • Review
  • PORTFOLIO

Ruang Sasa

tampak depan Toast Box : doc ruang sasa

Finally! Toast Box hadir lebih dekat dengan akses yang jauh lebih mudah tentunya karena gak jauh dari rumah gue. jadi, Toast Box itu semacam kopitiam yang menunya adalah breakfast menu ala Singaporean (sebutan untuk warga singapore). ketika berkunjung ke Singapore, Toast Box salah satu kedai favorit gue! tentu menjadi favorit gue karena harganya yang murah dan toast-nya yang enak, seriusan gue cinta banget sama traditional toast butter-nya!

Gue akan membahas harga, interior, dan toast-nya, gue gak akan bahas kopinya. fyi gue gak bisa dan kurang suka kopi, jadi percuma bahas kopi karena semua kopi di lidah gue bakal sama aja hahaha.
gue membandingkan interior antara Toast Box di Singapore dengan di Gandaria City ini, sama-sama didominasi warna putih dan lampu yang super terang, untuk tampilan desain pada lembar menu-nya pun sama, tapi Toast Box Gandaria City terlalu fancy jika dibandingkan dengan yang di Singapore, bahkan ada dry flower sebagai hiasan di setiap meja. jadi kesan sederhana kopitiamnya gak terlalu berasa di gue hehehe, tapi tampilan interior fancy seperti ini kayanya sudah disesuaikan ya dengan masyarakat kita yang selesai makan ya ngobrol dan leha-leha dulu, jadi dibikin nyaman dengan tampilan interior yang cantik.

tampilan interior: doc ruang sasa
hiasan pada setiap meja di Toast Box


Pada meja order menu ada wall decor bungkus kopi yang menurut gue cantik banget, warna soft disesuaikan banget sama interiornya, semua dekorasi terlihat serasi. mejanya marmer putih dengan garis halus abu-abu, sangat cantik! tapi, untuk suasana gue jauh lebih suka Toast Box Singapore karena jauh lebih sederhana. untuk harga sama ya! harga kopi dan toast-nya sama, tapi karena di Indonesia nol-nya banyak, rasanya bagi gue untuk toastnya cukup pricey hehehe.

wall decor di Toast Box Gandaria City
daftar menu Toast Box Indonesia
Gue pesen Traditional Toast Butter Sugar, butiran gula di butter-nya gak sehalus yang biasanya gue pesen di Toast Box SG, tapi rasa toast-nya sama, sama-sama enak! hehe porsi-nya juga sama! sama-sama dikit wkwkwk garing-nya pas, dan butter-nya meleleh di mulut, gak ngerti ini enak banget! kalo gue ketemu peri yang bisa ngasih satu aja permintaan, gue mau minta porsi toast yang dijual Toast Box lebih banyak :( karena seenak itu sih.

traditional toast butter sugar Toast Box Indonesia


TERIMA KASIH SUDAH BACA!


04.10 No comments

I have known this book since last year, but I just bought it in 2019 because in 2018 I was very busy and worried about not having time to read this book, sok sibuk banget yekan gue. ya tapi emang basi banget gak sih baru di review sekarang? hahah


di tulisan ini gue mau ulas sedikit tentang buku yang layoutnya ciamik ini, pertama gue mau kasih tau buku ini punya empat bagian, yaitu Notes on Being Yourself, Notes on Dreams, Notes on Love, dan Notes on Mindsets.
banyak banget tulisan di buku ini yang selain jadi reminder, juga menampar gue secara halus. ya pokoknya banyak tulisan yang relatable bagi gue, karena gue mengalaminya. teman dekat gue, Nadya dan Nafilah udah tau banget kalo gue suka banget baca buku dengan kategori self improvement, karena gue bisa belajar banyak dan mengimplementasikannya ke diri gue. gue sebenernya kurang suka baca buku-buku yang terlalu serius, gue baca buku untuk rileks, untuk santai, untuk tenang, bukan untuk pusing-pusingan, pliss hidup gue aja udah cukup rumit, masa gue harus mikirin isi buku yang juga rumit mhehehheheh

nah! buat kalian yang sedikit setipe sama gue, suka baca buku untuk rileks dan santai, buku Maudy Ayunda ini udah pilihan pas banget buat me time, buat intropeksi diri, dan buat ngerasain tenang. ya gimana ya, ada banyak banget tulisan yang nenangin gue, apalagi keadaan gue saat ini lagi butuh-butuhnya semangat dan motivasi.



"Forgive Yourself
Nobody is perfect.
we all have made mistakes at some point in the past
but don't let that haunt you.
Please stop being too hard on yourself. You probably did all you could."



"Realize that you are basically an accumulation of the experiences and people around you. you
know nothing of how another person got to where he/she is right now. Realize that some of
the most ridiculous theories were once commonly endorsed. realize that you could be wrong."

Kutipan terakhir yang gue tulis diatas merupakan salah satu tulisan yang paling gue suka, diri gue saat ini adalah paduan dari pengalaman dan orang-orang di sekitar gue sangat benar adanya, dan gue bisa aja jadi orang yang benar, bisa juga jadi orang salah, tergantung juga dilihat dari sudut pandang mana, di awal gue udah kasih tau kalo buku ini punya empat bagian kan? nah! bagian yang jadi favorite gue adalah Notes on Mindsets. isinya gue suka karena gue pernah mengalami hal serupa secara pribadi. bagian ini juga bikin gue buat evaluasi diri gue sendiri.

Oke, mari kita lompat dari isi buku yaaaa, spoiler dong kalo gue kebanyakan cerita isi bukunya hahaha, salah satu yang gue suka dari buku ini adalah tata letak dan desain sampul depan yang asli ciamik, isi bukunya juga menggunakan kertas yang tepat, dilapisi hardcover dan tulisan dengan emboss emas bikin buku ini minimalis dan elegan, kayanya gue yakin siapapun suka sama estetika yang disajikan Maudy Ayunda di buku ini, ditambah lagi banyak dilengkapi gambar si nona manis Maudy Ayunda hahaha gak melulu tulisan isinya, buat yang visual person macem gue ni udah enak banget jadi bahan bacaan.
jadi??? gue sarankan kalian baca buku ini, atau gue sangat setuju kalo buku ini bertengger unyu dirak buku kalian yang penuh debu itu.

okedeh, sekian dari gue! salam manis dari Sasa.



23.42 No comments


Singapore terkenal dengan biaya hidup yang cukup tinggi, walaupun sebenarnya untuk harga makanan tidak terlalu berbeda dengan di Indonesia, bahkan bagi saya sama karena porsi yang disajikan lebih banyak jika dibandingkan porsi makanan yang dijual di Indonesia. Kunjungan saya beberapa waktu lalu bersama sang kakak, Alika. kami jarang ngemil, karena harga cemilan dan makanan berat hampir sama, jadi kami lebih memilih makanan berat yang bisa lebih lama menahan perut.

Tapi, pagi hari di stasiun MRT Aljunied, ada gerai Old Changkee. saya beli dua item fish cake saat itu. ternyata makan satu aja kenyang, rasanya juga enak. senangnya Old Changkee saat ini punya gerai di Gandaria City, yang kebetulan cukup dekat dengan rumah.

Harganya murah bagi saya karena rasanya saya suka dan porsinya yang cukup besar, mulai dari 0.80 - 2.30 SGD sudah bisa ngemil kenyang.


tapi kalau keadaan perut saya lagi laper banget, rasanya saya lebih memilih paket nasi lemak daripada ngemil Old Changkee, karena perut saya harus kena nasi seenggaknya sehari sekali hahahaha

02.12 No comments

Illustrated by Sasa

Aku selalu kagum dengan illustrator yang karyanya memiliki ciri khas, bahkan sering bertanya-tanya, berapa lama waktu yang mereka butuhkan dan seberapa panjang perjalanan serta lika-liku yang mereka lalui hingga akhirnya mereka menemukan karakter untuk karyanya. seperti karya ilustrasi Lala Bohang, Naela Ali, dan Dinda Puspitasari yang memiliki karakter kuat. suatu ketika saya melihat ilustrasi pada majalah, dan langsung saya tahu kalau itu adalah karya kak Dinda.

Naela Ali dengan gambar watercolor-nya dan identik dengan jepang, sangat menginspirasi.
Dinda Puspitasari dengan fashion illustration-nya yang penggunaan warna-nya berani, Dinda pandai memainkan warna, bahkan warna yang terlihat bertabrakan dan cerah terang pun tetap enak dilihat berkat tangan ajaib-nya.
Lalu, Lala Bohang yang tentunya memiliki makna dalam pada setiap gambarnya, pengunaan warna yang biasa digunakan Lala adalah hitam, abu, dan putih (sebagai latar gambar)

Untuk menemukan karakter dalam gambar tentu kita harus banyak bereksperimen terutama pada bentuk dan penggunaan warna. aku bahkan sampai saat ini belum menemukan karakter dalam gambar yang aku buat. ya, butuh perjalanan panjang pastinya.

Illustrated by Sasa
Tapi terlepas dari lika-liku karakter suatu karya, aku sangat menikmati prosesnya. aku suka memadu-padankan warna yang akan aku gunakan, aku suka menuangkan perasaan dan pikiranku ke dalam gambar. dalam prosesnya aku selalu menggunakan hati.
tentunya aku tidak akan menggambar jika mood-ku sedang tidak enak, karena aku percaya perasaan seseorang dapat tertuang dengan sendirinya pada apa yang dibuat, hasilnya pasti tidak akan maksimal, sedangkan aku selalu ingin gambar-ku memancarkan kebahagiaan dan ketenangan. aku ingin orang bahagia dan tenang ketika melihat gambarku.

06.59 No comments

Ada apa sih di 2017? Banyak!
Meskipun kadar bahagia gue tetep lebih banyak di tahun 2016, tapi pribadi gue banyak berkembang di tahun 2017, emosi, pikiran, rasa, dan tenaga. Beberapa goals juga banyak tercapai di tahun 2017, tapi tetep pola hidup sehat dan disiplin belum hehehe.

I’m Trusted

I don’t know, I should be happy or this is a misfortune? I'm trusted to lead Beranda Pers. Selama satu tahun gue gak hanya mengatur segala konsep, gue juga harus atur emosi, harus seimbangin diri gue dengan begitu banyak perasaan dan pikiran kawan-kawan Beranda Pers, ahh bukan kawan, keluarga.
Gue banyak belajar, berusaha menegur tanpa bikin sakit hati, meng-combine ide, nerima tekanan atas, bawah, kanan, kiri, depan, belakang.
Sedih? Banget!
Capek? Jelas!
Bahagia? Juga iya!
But, I really enjoy it! I enjoy the process until now I have managed to face all the pressure and trouble.
Sering banget dulu ngeluh ke Nafilah, Mona, Nadya, Ghina, dan Ramdhani.
“aduhh masih sekian proker ya”
“gak ada yang mau dengerin gue”
“capek”
“ya mereka gatau sih”
“bisanya cuma neken”
“Ya Allah, gak ada banget yang peduli”
Tapi tetep gamau kesel sampe ke hati, tetep aja cengar-cengir, tetep ngeluarin berbagai lelucon receh.
It turns out I can overcome my emotions!
Terbukti ternyata bisa senyum sampai akhir, dan sadar kalo gue gak bener-bener sendiri, ada beberapa pihak yang selalu stay disebelah gue, sangat bersyukur.
Emang yang paling penting bersyukur, bahkan masalah pun harusnya disyukuri.


3 Pria Hebat-ku

Salah satu hal yang sangat teramat gue syukuri tahun 2017 itu Cahyo, Aji, dan Agus.
Sebelumnya gue deket gak sama mereka? Boro-boro, teguran aja engga!
Di awal kepemimpinan gue aja gue masih belum mencoba untuk kenal mereka.
Tapi ternyata, mereka semacam malaikat untuk gue!
Beban kita sama
Selera humor kita pun sama, receh.

Cahyo, wadah curhat gue, doi lucu dan perhatian banget, ada sisi ke-bapak-an di diri dia. Cahyo bukan tipikal orang yang bisa langsung akrab dan deket sama seseorang dan gue bersyukur bisa akrab dan kenal dia.
Doi kalo lagi ngambek harus dikelitikin hahaha, sama gue sih ngaruh tuh ngambeknya hilang perlahan, gatau deh sama yang lain :P HAHAHA

Aji, Endut, lucu, dan gue percaya dia bisa survive kehidupannya dengan baik, terbukti dengan uang yang minim banget doi tetep bisa bertahan hidup selama mungkin hahaha
Waktu kelar IndieFest, Aji nangis!! Beban dia hilang satu! Dan gue, Agus, Cahyo meluk dia, how sweet things we are!

Agus, too pretty untuk ukuran seorang pria, dia pernah dipanggil mbak!
Entah teledor atau emang gak hoki, Agus hp-nya rusak terus! Heran gue ­-_-
Agus kalo nyeletuk lucu, dan jalannya lambat banget dan santai banget gitu, hidupnya penuh problematik tapi santai hahaha

Mereka termasuk orang-orang penting di hidup gue!



BEM KBM UNPAK, Kabinet Aktif dan Bersinergi 2016

Jujur! Dari lubuk hati banget, gue merasa kehilangan keluarga Kabinet Aktif dan Bersinergi di tahun 2017.
Pertama, karena satu persatu dari mereka wisuda, yang biasanya masuk gerbang kampus ada aja yang manggil gue atau ada yang gue panggil, ada yang nyubit pipi gue, ada yang ngacak rambut, ada yang ngeledekin, ada kepo nanya ini itu, ada yang nagih gambar. Sekarang udah engga ada, di BEM KBM gue anggota re-shuffle, tapi gue bahagia ada di sana bahkan sampai akhir.

BEM KBM itu yang paling berpengaruh dalam kebahagiaan gue di tahun 2016.
Orang-orang bilang BEM KBM isinya orang yang terlalu serius, yang pembahasannya berat, banyak  debat. Tapi apa yang gue rasa? Gue justru ngerasain terlalu banyak cinta di dalamnya, meski sering debat tapi rasa toleransi di dalamnya besar, setiap individu didalamnya baik dan gue merasa disayang banget sama mereka begitupun sebaliknya, gue merasa sayang banget sama mereka, sama BEM KBM-nya.

Awal pas gue masuk, gue itu bontot dan gue langsung disambut sama kakak-kakaknya.
Gue dituntun harus apa, gue diajak bercanda, bahkan bercandaan dan lelucon gue yang cenderung gak berbobot bisa diterima dengan baik sama mereka yang katanya “orang-orang serius”
Gue nyanyi lagu anak-anak di depan sekret, apa mereka ilfeel? Engga J
Bahkan ikut nyanyi.

Kak Paras, kak Desi, Kak Intan, Kak Mirta, Kak Reva, Kak Vera, Kak Shabrina, Kak Jalu, Kak Ismy, Kak Ester.
Perempuan-perempuan penuh kehangatan di BEM-KBM, perhatian dan gak jarang juga penuh kekonyolan. How I love them so much!

Kak Dado, Presiden Mahasiswa yang suka nyubit L
Sering berasa adik kecil banget kalo sama kak Dado, selama jadi presma pasti dia bebannya banyak, begitupun anggotanya, tapi terharunya kita tetep bertahan sampai akhir, hamper tiap hari liat muka stress kak Dado, tapi tetep bisa senyum dia.

Kak Adi, Wakil Presiden Mahasiswa, Lucu! Lucu! Lucu!
Kalo ngomong lucu, perhatian, baik, dan sekali lagi, Lucu!

Ada Kak Lana juga, salah satu yang paling perhatian ke gue, paling baik, paling ramah!

Bapak Amri, sama juga, perhatian, baik, lucu, dewasa, dan bijaksana.

Agak capek ya kalo harus dijabarin satu-satu, intinya bagi gue BEM KBM 2016 itu PENUH KEHANGATAN DAN CINTA HAHAHAHAH
Dan gue selalu kangen BEM KBM 2016


The Little Things That Makes Happy

Ini nih yang paling berkesan
Artbook pertama yang bener bener terbit dari sekian wacana yang gue list
Proses gak nyampe 2 minggu loh! Bahagia banget asli!
Lewat buku itu gue mau nyampein hal-hal receh dan bener-bener sederhana tapi kalo kita peka, hal sederhana itu bermakna banget dan bisa bikin bahagia.
Karena motto hidup gue, harus bahagia! Hahaha

Masih banyak banget yang mau gue tulis, tapi capek ugha yha! HAHAHA


TERIMA KASIH 2017
04.23 1 comments
Newer Posts
Older Posts

Popular Posts

  • Personal Note 3 : Drama Ucapan Terimakasih di Skripsi
  • Intip Lokasi Syuting Crazy Rich Asians
  • Drawing in Quarantine
  • Sepotong Perjalanan Bahagia Bersama Air Asia
  • What I Eat While Solo Traveling

Tamu

Created with by ThemeXpose