During the quarantine because of the Covid-19 pandemic, I had plenty of time to do my hobbies. One of them is drawing, starting from drawing using watercolors, sketches on my sketchbook, and of course digital drawings. I prefer digital drawing because it’s paperless, I’m starting to be aware of the environment around me and the waste that I produce, paperless is better... right? Hahaha
It will be my last year to be an
active student in my University. Really it’s make me so sad and suddenly I’m
being a melancholy while I finish my thesis. So many memories that made me
happy, sad, cry, and also angry one.
Minggu lalu akhirnya skripsi gue
rampung, walaupun jujur dari lubuk hati terdalam gue belum mau lulus. Nyaman
adalah jebakan ada betulnya, gue sangat mencintai dan menikmati status
mahasiswa gue, terlalu banyak kebebasan yang gue rasakan, mulai dari melakukan
apa yang benar-benar gue mau sampai dengan siapa gue berteman. Seandainya
semester 9 ke atas gak perlu bayar biaya kuliah, rasanya gue belum ada niat
menyentuh skripsi gue yang sebenernya sisa dua bab lagi.
Surprisingly! I only need 3 weeks
to finished my thesis, start from an interview my informant and write down my data
analyze. Gue pun menyadari dari semua prosesnya, justru yang bikin gue nangis
adalah saat gue harus nulis ucapan terimakasih, memang cuma satu lembar tapi bagian
itu bikin gue muter lagi kaset-kaset memori saat awal gue masuk kuliah sampai
akhirnya gue nulis kata pengantar. Banyak banget nama-nama yang ingin gue tulis
di ucapan terimakasih, seriusan banyak! Almost 200 nama.
I’ve write down my story about
“salah jurusan” to this blog, tapi gue mau bilang berkali-kali kalau gue gak
merasa berat jalanin masa perkuliahan gue, terlalu banyak orang-orang yang baik
di sekitar gue, walaupun gak bisa gue pungkiri kalau ada juga yang nyusahin
bahkan ngerugiin, tapi di situ letak gue jadi bersyukur, gue justru ketemu
kawan-kawan terbaik gue saat gue ada masalah. Selama kuliah gue banyak banget
melakukan hal yang bikin diri gue berkembang, selain organisaasi yang gue
ikuti, gue sering banget ambil project yang
bikin gue makin ketemu banyak karakter, but I want to say so many thank you to
Beranda Pers, BEM KBM UNPAK 2016, BLM FISIB, and BLM KBM 2018. I also want to
give my pleasure to my friends from all of the faculty at Pakuan University.
Setiap lewat Fakultas lain pasti ada aja berhentinya karena ngobrol, entah
basa-basi atau diskusi serius, dulu sih ngerasanya itu hal kecil, tapi sekarang
ngerasa itu bermakna karena tentu saja tidak bisa diulang.
I cry when I write down my friend name to my thesis,
I realize that I can't repeat over again the time.
23.45
No comments
Sempat booming beberapa waktu lalu, Crazy Rich Asians berhasil mengisi tempat dalam daftar film yang ramai diperbincangkan, nah kunjungan gue ke Singapura di pertengahan Oktober lalu, Chijmes menjadi salah satu lokasi yang gue kunjungi, apa yang menarik dari Chijmes ini? selain menjadi lokasi dimana Collin dan Araminta melangsungkan pernikahan, bangunan Chijmes-lah yang menjadi daya tarik utama, terutama bagi gue. lokasi Chijmes berada di Bugis, rasanya dari Victoria Street gak terlalu jauh.
Kawasan sekitar Chijmes ini menjadi salah satu kawasan favorit gue, karena berdekatan dengan Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA) yang asik banget jalan di sekitar NAFA dan Bras Basah Complex, banyak art supply dan buku murah di Bras Basah, gue betah banget berlama - lama di sana. oke! lanjut ke Chijmes, di sini ada area outdoor dimana kita bisa bersantai, hayo yang suka rebahan acung tangan hahaha are outdoor Chijmes ini kalau malem lucu banget, buat santai tuh beneran asik, apalagi kalau malam banyak lampu-lampu di pohonnya kelap-kelip.
ini are outdoor Chijmes, rebahan-able bukan? dalam film Crazy Rich Asians memang yang terlihat hanya sekedar gereja, tapi Chijmes ini asik buat ditelusuri, apalagi kalau malam ada beberapa bar dan kafe yang buka, banyak juga turis yang nongkrong di sini, dan jangan tertipu dari tampilan depannya yang terlihat kecil ya teman-teman, karena kalau kalian masuk cukup luas dan seperti yang sudah gue tulis, asik buat ditelusuri.
serunya lagi, di area outdoor ini kalau weekend, kafe di sini mengadakan mini event gitu, misalnya story telling, atau nonton bareng, kafe di sini buka sampai sekitar jam empat pagi.
![]() |
| Chijmes : doc. ruang sasa |
Tampak depan Chijmes, terlihat kecil kan? hahah kalian bisa masuk lewat gerbang utama atau gerbang samping yang lebih kecil, Chijmes ini tepat ada di perempatan posisinya, kalau naik bus bisa turun di halte Brash Basah.
Jadi bagaimana? Chijmes masuk daftar tempat yang bakal kalian kunjungi gak kalau ke Singapura? jangan lupa datang pas weekend, malam minggu misalnya, siapa tau lagi ada event.
11.16
No comments
![]() |
| Bahagia Bersama Air Asia |
14 Oktober 2019 menjadi tanggal yang gue nantikan, pasalnya
gue melakukan perjalanan solo pertama gue selama empat hari tiga malam di
Singapura, meski bukan pertama kali gue menyambangi negara dengan sistem transportasi
yang oke ini, tapi ini pertama kali-nya gue melakukan perjalanan seorang diri,
bahkan segala persiapan gue lakukan sendiri sejak satu bulan sebelum
keberangkatan. Dalam mempersiapkan perjalanan khususnya ke luar negeri, tiket
pesawat menjadi hal krusial yang perlu dipikirkan, pilihan gue jatuh pada AirAsia, karena kebetulan Air Asia mengadakan promo 70%. Gue mendapatkan info
promo ini dari akun resmi Air Asia di Twitter, melalui akun resmi ini
gue rasa Air Asia sangat update, mulai dari tips dan trik sampai info
promo.
![]() |
| Tampilan Aplikasi Air Asia |
Masih melekat di pikiran gue, sekitar jam satu siang di commuter line arah Bogor, gue mencari penerbangan ke Singapura, tentunya masih dalam masa promo, gue mencari tanggal penerbangan melalui aplikasi Air Asia, gue mendapatkan harga rendah untuk keberangkatan 14 Oktober 2019 dan kepulangan 17 Oktober 2019, tanpa pikir Panjang gue langsung memesan penerbangan pada tanggal tersebut. Proses pemesanan melalui aplikasi ini sangat ringkas, metode pembayaran juga beragam, kebetulan saat itu gue menggunakan Visa, gak perlu waktu lama bahkan gue belum melewati satu stasiun, tapi e-ticket sudah bertengger di e-mail gue hahaha satu hal Bahagia Bersama Air Asia yang gue rasakan saat itu adalah mendapatkan harga murah untuk keberangkatan dalam waktu dekat, karena biasanya harga tiket murah bisa didapat ketika memesan penerbangan empat sampai dua bulan sebelumnya.
Karena tiket penerbangan sudah di tangan, gue mempersiapkan
kebutuhan lain seperti hostel, dan simcard Singapura. Untuk perjalanan
ini gue mengeluarkan uang bertahap, gak langsung mengeluarkan uang sekaligus,
pertama gue beli tiket pesawat Air Asia, dilanjukan dengan memesan hostel, dan
simcard Singapura, tapi sekitar dua minggu sebelum berangkat gue
berpikir untuk buka jasa titip skincare dari Singapura, gue pun butuh
bagasi untuk nampung barang-barang titipan, akhirnya gue memesan bagasi Air Asia 20kg
untuk penerbangan pulang seharga Rp 204.000,-
Semakin dekat dengan keberangkatan gue ngerasa sangat
antusias, setiap malam gue menulis apa aja makanan yang harus gue coba di sana,
bakal kemana aja gue di sana, gue pun gak sabar untuk berkeliling pemukiman warga
lokal di sana, ternyata begini rasanya merencanakan perjalanan solo, bebas
ingin kemanapun dan mencoba apapun, bahkan gue sudah menyiapkan playlist untuk
menemani perjalanan solo pertama gue, rasanya sudah siap banget nih gue Bahagia Bersama Air Asia haha
Hari yang gue tunggu pun tiba, gue tiba di Terminal 2
Bandara Soekarno Hatta sekitar jam 4 pagi, gue download drama sambil
nunggu boarding gate dibuka, kalian mau tau rasanya? Gue benar-benar bahagia,
seperti yang gue bilang di awal tulisan, kunjungan ke Singapura ini bukan
pertama kalinya bagi gue, beberapa kali gue mengunjungi negeri singa ini, tapi
ini pertama kalinya gue sangat teramat antusias, karena gue akhirnya melakukan
perjalanan seorang diri.
Gue tiba di Singapura sekitar jam 9, penerbangan gue tepat
waktu, bahkan gak kerasa tiba-tiba sudah sampai, setibanya di Changi Airport
Singapore, gue segera menuju ke Changi Meet and Greet Booth di T4
untuk mengambil simcard yang sudah gue pesan satu minggu sebelum tiba di
Singapura, untuk mengaktivasi simcard sangat mudah, kalian cukup
berikan paspor ke petugas, dan mereka akan mengaktivasikan menggunakan kode
yang kita dapatkan saat melakukan booking di www.changirecommends.com, proses
aktivasi pun sangat cepat, tidak sampai 2 menit simcard kita sudah aktif
dengan kuota 100 GB. Booking simcard sebelum keberangkatan bisa menekan
biaya, karena kalau beli simcard di hari H, kita bakal merogoh kocek $12, tapi
kalau booking sebelum keberangkatan kita cukup menghemat dan cukup
mengeluarkan $9, lumayan kan?
![]() |
| Suasana menuju Marina Bay |
![]() |
| Salah satu kuil di Little India |
Karena gue tiba di Terminal 4, gue harus menuju ke Terminal
2 Changi untuk bisa menuju kota menggunakan MRT, cara dari T4 ke T2 adalah
menggunakan shuttle bus yang terdapat di Arrival Hall, bus ini
tiba setiap 10 menit. Sampai di T2 gue tidak keliling Changi atau ke Jewel, gue
langsung melipir ke kiri menuju eskalator turun, gue langsung ke stasiun MRT
karena gue gak sabar untuk segera berkeliling.
Mulai dari hari pertama hingga detik-detik gue menuju Changi
Airport untuk pulang ke Jakarta, gue gak pernah berhenti senyum, rasa-nya bener
bener sebahagia itu perjalanan solo pertama gue, gak sekali dua kali
juga gue melakukan hal memalukan, gak sekali dua kali juga gue duduk cukup lama
di halte untuk memperhatikan aktifitas orang-orang, rasanya perjalanan ini
merupakan me time terbaik yang gue lakukan, meskipun bisa dibilang kalau
gue nekat karena segalanya gue siapkan satu bulan, di mana dalam waktu
sesingkat itu resiko yang gue dapatkan adalah harga yang tinggi, mulai dari
penerbangan, hostel, dan waktu nabung untuk biaya hidup yang minim, tapi …..
gue melakukannya!
Selama empat hari gue berkeliling Singapura, Kawasan yang
sangat gue suka Tiong Bahru, ini kali kedua gue berkeliling Tiong Bahru, Kawasan
ini cukup tenang, ada toko-toko lucu, banyak juga warga lokal yang mengajak jalan
anjingnya, yang pulang ke rumah dengan bawa barang belanja-nya pun ada. Rasanya
seperti dibunuh waktu, tiba-tiba sudah tanggal 17 aja, yang artinya gue harus
pulang :’)
![]() |
| Suasana di Tiong Bahru |
![]() |
| Rumah di kawasan Tiong Bahru |
![]() |
| Toko pernak-pernik di Tiong Bahru |
17 Oktober 2019 tepatnya jam sembilan pagi, gue check-out
dan kembali memanfaatkan waktu yang ada untuk berkeliling menggunakan bus,
daripada MRT gue lebih menikmati keliling kota menggunakan bus, dan memperhatikan
setiap sisi yang dilewati, rasanya ingin merekam setiap momen dan tempat di
pikiran gue, asik berkeliling gue kembali ke kawasan Tiong Bahru untuk ngerasain
lagi suasana tenang di Tiong Bahru, karena gue yakin akan sangat merindukan Kawasan
yang tenang ini. Usai menikmati kawasan ini gue bergegas menuju bandara Changi
tepatnya Terminal 4, gue menunggu pesawat Air Asia di G2 Terminal 4 Changi
Airport, bahkan menunggu pun terasa bahagia karena gue melakukan perjalanan
yang memang gue impikan, gue memang sejak lama ingin melakukan perjalanan
seorang diri, sambil menunggu, gue mengisi journal kesayangan gue, gue selalu
menulis hal berkesan di journal gue.
Di perjalanan pulang gue merasa lapar, dan memutuskan untuk
beli salah satu inflight meal Air Asia, nasi padang, karena kondisi perut yang memang
lapar, gue gak ekspetasi dengan menu-nya, gue berpikir mungkin akan sama aja
dengan frozen food yang dihangatkan, tapi begitu pesanan gue tiba,
rasanya enak, rendang-nya sangat empuk, bahkan pakai sendok plastik pun gue bisa
motong rendangnya gampang banget, begitulah perjalanan gue, ditutup dengan empuk-nya
rendang di menu inflight meal Air Asia.
Perjalanan ini merupakan perjalanan yang sangat berkesan
bagi gue, mulai dari persiapan, keberangkatan, hingga kepulangan. Semuanya juga
dipermudah dengan adanya aplikasi Air Asia, gue melakukan segalanya dalam
genggaman, benar-benar dipermudah, gue sudah melakukan perjalanan Bahagia BersamaAir Asia, kalian kapan Bahagia Bersama Air Asia?
Jangan sampai ketinggalan info seru dan promo dari Air Asia ya!
Twitter https://twitter.com/AirAsia_indo
04.27
2
comments
![]() |
| What I Eat While Solo Travel |
14 Oktober 2019 menjadi hal yang sangat gue nantikan, dengan bermodalkan nekat alias punya uang ngepas, gue berangkat untuk melakukan perjalanan solo pertama gue, atau biasa sih orang nyebutnya solo traveling. This is my first ever solo traveling, destinasi yang gue pilih adalah Singapura, kenapa? simpelnya karena gue sudah cukup tau bagaimana cara menyiasati biaya hidup di negara ini, karena ini dapat dikatakan kali ke-lima gue menyambangi negara ini, tapi ini pertama kali-nya gue melakukan perjalana ke Singapura sendiri.
detail perjalanan tidak akan gue bahasa dalam postingan ini, karena pastinya akan menjadi tulisan yang sangat panjang, jadi dalam tulisan kali ini gue hanya akan membahas makanan apa saja yang gue beli selama perjalanan gue, belinya dimana, dan harganya berapa. gue berharap tulisan ini bisa jadi referensi untuk kalian yang ingin berkunjung ke Singapura.
DAY 1 (14 Oktober 2019)
Hari pertama, gue tiba di bandara Changi sekitar jam 11 siang, gue langsung ambil simcard dan menuju ke pusat kota, hari pertama gue dibuka dengan Milo Ice seharga $1.7 di kafe kecil sekitar Little India bernama Chin Shin Huan, gue gak sengaja lewat kafe kecil ini, tertarik dengan tulisan sejarah si kafe di dinding, gue pun masuk dan beli Milo Ice-nya, bedanya dengan minuman milo di Indonesia, di sini lebih terasa.
Lanjut, sekitar jam 18.00 PM, gue keliling kawasan Orchard, lalu melipir ke 7-11 dan beli biryani seharga $3.90 ini, kebetulan gue jarang beli air mineral, karena gue selalu ngisi botol minum gue pas di hostel, lumayan hemat haha
DAY 2 (15 Oktober 2019)
Hari ke-dua, gue cukup impulsif untuk makanan, karena beberapa kali jajan dan gak tau kenapa bawaannya laper teruuss, gue hampir menghabiskan $20 hanya untuk makanan, dan itu jauh diatas batas budget harian yang sudah gue tetapkan.
padahal jam 10.00 AM itu gue makan di Subway Sandwich dengan porsi yang besar, tapi jam 13.00 PM gue melipir ke Long John Silver's dan mendadak pesen dori fish rice-nya seharga $9 something, gue lupa tepatnya berapa tapi intinya sekitar $9.
Nah! ini gue beli mulanya karena kemasanya kok eye-catching sekali, pemilihan warna cocok, dan font-nya pas, jiwa designer gue mendadak muncul hahaha, beli dengan harga $2 di Daiso Tiong Bahru Plaza, gue pikir rasanya bakal biasa aja, kaya minuman kemasan pada umumnya, tapi ternyata enak :(
Sekitar jam 16.00 PM, gue ke Toast Box di kawasan Lavender, sebenarnya ke sini bukan karena lapar atau haus, tapi kangen sama suasana di Lavender, di sini gue beli milo ice dengan harga $2 something, dengan rasa yang sama dengan Chin Sin Huan, kayanya gue lebih milih Chin Sin Huan karena lebih murah hehe
DAY 3 (16 Oktober 2019)
Hari ke-tiga diawali dengan gyoza Old Changkee, lalu makan siang di 7-11 dengan curry rice seharga $3.90 dan Soya Milk seharga $1.40, gue beli Soya Milk karena lebih murah dari Aqua yang harganya $2.20 hahaha, gak se-impulsif kemarin, seingat gue sih di hari ke-tiga gue bahkan gak menghabiskan $10 untuk makan.
Gue beli laksa di 328 Katong Laksa, dari awal emang sudah niat mau makan ini, tapi baru inget di hari terakhir karena keasikan eksplore pemukiman warga lokal :'), 328 Katong Laksa ini aslii enak bangett, sedikit berasa kari, porsinya banyak, enak, gak salah kalo ter-tempel sticker Michelin Guide Singapore di toko-nya.
selama 4 hari gue melakukan solo traveling, gak banyak makanan yang bisa gue coba karena selain budget yang ngepas, gue juga lupa karena ke-asikan keliling kawasan warga lokal hahahah, tapi dari tulisan ini bisa disimpulkan kalau kalian pegang $50 untuk budget makan selama 4 hari itu sangat mungkin, tentunya ini hanya budget untuk makan, masih ada kebutuhan lain seperti top-up Ezlink, simcard, dan biaya tak terduga yang perlu disiapkan.
Thanks for your time to read my story!
07.36
No comments
![]() |
| tampak depan Toast Box : doc ruang sasa |
Finally! Toast Box hadir lebih dekat dengan akses yang jauh lebih mudah tentunya karena gak jauh dari rumah gue. jadi, Toast Box itu semacam kopitiam yang menunya adalah breakfast menu ala Singaporean (sebutan untuk warga singapore). ketika berkunjung ke Singapore, Toast Box salah satu kedai favorit gue! tentu menjadi favorit gue karena harganya yang murah dan toast-nya yang enak, seriusan gue cinta banget sama traditional toast butter-nya!
Gue akan membahas harga, interior, dan toast-nya, gue gak akan bahas kopinya. fyi gue gak bisa dan kurang suka kopi, jadi percuma bahas kopi karena semua kopi di lidah gue bakal sama aja hahaha.
gue membandingkan interior antara Toast Box di Singapore dengan di Gandaria City ini, sama-sama didominasi warna putih dan lampu yang super terang, untuk tampilan desain pada lembar menu-nya pun sama, tapi Toast Box Gandaria City terlalu fancy jika dibandingkan dengan yang di Singapore, bahkan ada dry flower sebagai hiasan di setiap meja. jadi kesan sederhana kopitiamnya gak terlalu berasa di gue hehehe, tapi tampilan interior fancy seperti ini kayanya sudah disesuaikan ya dengan masyarakat kita yang selesai makan ya ngobrol dan leha-leha dulu, jadi dibikin nyaman dengan tampilan interior yang cantik.
![]() |
| tampilan interior: doc ruang sasa |
![]() |
| hiasan pada setiap meja di Toast Box |
Pada meja order menu ada wall decor bungkus kopi yang menurut gue cantik banget, warna soft disesuaikan banget sama interiornya, semua dekorasi terlihat serasi. mejanya marmer putih dengan garis halus abu-abu, sangat cantik! tapi, untuk suasana gue jauh lebih suka Toast Box Singapore karena jauh lebih sederhana. untuk harga sama ya! harga kopi dan toast-nya sama, tapi karena di Indonesia nol-nya banyak, rasanya bagi gue untuk toastnya cukup pricey hehehe.
![]() |
| wall decor di Toast Box Gandaria City |
![]() |
| daftar menu Toast Box Indonesia |
Gue pesen Traditional Toast Butter Sugar, butiran gula di butter-nya gak sehalus yang biasanya gue pesen di Toast Box SG, tapi rasa toast-nya sama, sama-sama enak! hehe porsi-nya juga sama! sama-sama dikit wkwkwk garing-nya pas, dan butter-nya meleleh di mulut, gak ngerti ini enak banget! kalo gue ketemu peri yang bisa ngasih satu aja permintaan, gue mau minta porsi toast yang dijual Toast Box lebih banyak :( karena seenak itu sih.
![]() |
| traditional toast butter sugar Toast Box Indonesia |
TERIMA KASIH SUDAH BACA!
04.10
No comments
I have known this book since last year, but I just bought it in 2019 because in 2018 I was very busy and worried about not having time to read this book, sok sibuk banget yekan gue. ya tapi emang basi banget gak sih baru di review sekarang? hahah
di tulisan ini gue mau ulas sedikit tentang buku yang layoutnya ciamik ini, pertama gue mau kasih tau buku ini punya empat bagian, yaitu Notes on Being Yourself, Notes on Dreams, Notes on Love, dan Notes on Mindsets.
banyak banget tulisan di buku ini yang selain jadi reminder, juga menampar gue secara halus. ya pokoknya banyak tulisan yang relatable bagi gue, karena gue mengalaminya. teman dekat gue, Nadya dan Nafilah udah tau banget kalo gue suka banget baca buku dengan kategori self improvement, karena gue bisa belajar banyak dan mengimplementasikannya ke diri gue. gue sebenernya kurang suka baca buku-buku yang terlalu serius, gue baca buku untuk rileks, untuk santai, untuk tenang, bukan untuk pusing-pusingan, pliss hidup gue aja udah cukup rumit, masa gue harus mikirin isi buku yang juga rumit mhehehheheh
nah! buat kalian yang sedikit setipe sama gue, suka baca buku untuk rileks dan santai, buku Maudy Ayunda ini udah pilihan pas banget buat me time, buat intropeksi diri, dan buat ngerasain tenang. ya gimana ya, ada banyak banget tulisan yang nenangin gue, apalagi keadaan gue saat ini lagi butuh-butuhnya semangat dan motivasi.
"Forgive Yourself
Nobody is perfect.
we all have made mistakes at some point in the past
but don't let that haunt you.
Please stop being too hard on yourself. You probably did all you could."
"Realize that you are basically an accumulation of the experiences and people around you. you
know nothing of how another person got to where he/she is right now. Realize that some of
the most ridiculous theories were once commonly endorsed. realize that you could be wrong."
Kutipan terakhir yang gue tulis diatas merupakan salah satu tulisan yang paling gue suka, diri gue saat ini adalah paduan dari pengalaman dan orang-orang di sekitar gue sangat benar adanya, dan gue bisa aja jadi orang yang benar, bisa juga jadi orang salah, tergantung juga dilihat dari sudut pandang mana, di awal gue udah kasih tau kalo buku ini punya empat bagian kan? nah! bagian yang jadi favorite gue adalah Notes on Mindsets. isinya gue suka karena gue pernah mengalami hal serupa secara pribadi. bagian ini juga bikin gue buat evaluasi diri gue sendiri.
Oke, mari kita lompat dari isi buku yaaaa, spoiler dong kalo gue kebanyakan cerita isi bukunya hahaha, salah satu yang gue suka dari buku ini adalah tata letak dan desain sampul depan yang asli ciamik, isi bukunya juga menggunakan kertas yang tepat, dilapisi hardcover dan tulisan dengan emboss emas bikin buku ini minimalis dan elegan, kayanya gue yakin siapapun suka sama estetika yang disajikan Maudy Ayunda di buku ini, ditambah lagi banyak dilengkapi gambar si nona manis Maudy Ayunda hahaha gak melulu tulisan isinya, buat yang visual person macem gue ni udah enak banget jadi bahan bacaan.
jadi??? gue sarankan kalian baca buku ini, atau gue sangat setuju kalo buku ini bertengger unyu dirak buku kalian yang penuh debu itu.
okedeh, sekian dari gue! salam manis dari Sasa.
23.42
No comments
Singapore terkenal dengan biaya hidup yang cukup tinggi, walaupun sebenarnya untuk harga makanan tidak terlalu berbeda dengan di Indonesia, bahkan bagi saya sama karena porsi yang disajikan lebih banyak jika dibandingkan porsi makanan yang dijual di Indonesia. Kunjungan saya beberapa waktu lalu bersama sang kakak, Alika. kami jarang ngemil, karena harga cemilan dan makanan berat hampir sama, jadi kami lebih memilih makanan berat yang bisa lebih lama menahan perut.
Tapi, pagi hari di stasiun MRT Aljunied, ada gerai Old Changkee. saya beli dua item fish cake saat itu. ternyata makan satu aja kenyang, rasanya juga enak. senangnya Old Changkee saat ini punya gerai di Gandaria City, yang kebetulan cukup dekat dengan rumah.
Harganya murah bagi saya karena rasanya saya suka dan porsinya yang cukup besar, mulai dari 0.80 - 2.30 SGD sudah bisa ngemil kenyang.
tapi kalau keadaan perut saya lagi laper banget, rasanya saya lebih memilih paket nasi lemak daripada ngemil Old Changkee, karena perut saya harus kena nasi seenggaknya sehari sekali hahahaha
02.12
No comments
![]() |
| Illustrated by Sasa |
Aku selalu kagum dengan illustrator yang karyanya memiliki ciri khas, bahkan sering bertanya-tanya, berapa lama waktu yang mereka butuhkan dan seberapa panjang perjalanan serta lika-liku yang mereka lalui hingga akhirnya mereka menemukan karakter untuk karyanya. seperti karya ilustrasi Lala Bohang, Naela Ali, dan Dinda Puspitasari yang memiliki karakter kuat. suatu ketika saya melihat ilustrasi pada majalah, dan langsung saya tahu kalau itu adalah karya kak Dinda.
Naela Ali dengan gambar watercolor-nya dan identik dengan jepang, sangat menginspirasi.
Dinda Puspitasari dengan fashion illustration-nya yang penggunaan warna-nya berani, Dinda pandai memainkan warna, bahkan warna yang terlihat bertabrakan dan cerah terang pun tetap enak dilihat berkat tangan ajaib-nya.
Lalu, Lala Bohang yang tentunya memiliki makna dalam pada setiap gambarnya, pengunaan warna yang biasa digunakan Lala adalah hitam, abu, dan putih (sebagai latar gambar)
Untuk menemukan karakter dalam gambar tentu kita harus banyak bereksperimen terutama pada bentuk dan penggunaan warna. aku bahkan sampai saat ini belum menemukan karakter dalam gambar yang aku buat. ya, butuh perjalanan panjang pastinya.
![]() |
| Illustrated by Sasa |
Tapi terlepas dari lika-liku karakter suatu karya, aku sangat menikmati prosesnya. aku suka memadu-padankan warna yang akan aku gunakan, aku suka menuangkan perasaan dan pikiranku ke dalam gambar. dalam prosesnya aku selalu menggunakan hati.
tentunya aku tidak akan menggambar jika mood-ku sedang tidak enak, karena aku percaya perasaan seseorang dapat tertuang dengan sendirinya pada apa yang dibuat, hasilnya pasti tidak akan maksimal, sedangkan aku selalu ingin gambar-ku memancarkan kebahagiaan dan ketenangan. aku ingin orang bahagia dan tenang ketika melihat gambarku.
06.59
No comments
Meskipun kadar
bahagia gue tetep lebih banyak di tahun 2016, tapi pribadi gue banyak
berkembang di tahun 2017, emosi, pikiran, rasa, dan tenaga. Beberapa goals juga
banyak tercapai di tahun 2017, tapi tetep pola hidup sehat dan disiplin belum
hehehe.
I’m Trusted
I don’t know, I should be happy or this is a misfortune? I'm
trusted to lead Beranda Pers. Selama satu tahun gue gak hanya mengatur segala
konsep, gue juga harus atur emosi, harus seimbangin diri gue dengan begitu
banyak perasaan dan pikiran kawan-kawan Beranda Pers, ahh bukan kawan,
keluarga.
Gue banyak belajar, berusaha menegur tanpa bikin sakit hati,
meng-combine ide, nerima tekanan atas, bawah, kanan, kiri, depan, belakang.
Sedih? Banget!
Capek? Jelas!
Bahagia? Juga iya!
But, I really enjoy it! I enjoy the process until now I have
managed to face all the pressure and trouble.
Sering banget dulu ngeluh ke Nafilah, Mona, Nadya, Ghina,
dan Ramdhani.
“aduhh masih sekian
proker ya”
“gak ada yang mau
dengerin gue”
“capek”
“ya mereka gatau sih”
“bisanya cuma neken”
“Ya Allah, gak ada
banget yang peduli”
Tapi tetep gamau kesel sampe ke hati, tetep aja
cengar-cengir, tetep ngeluarin berbagai lelucon receh.
It turns out I can overcome my emotions!
Terbukti ternyata bisa senyum sampai akhir, dan sadar kalo
gue gak bener-bener sendiri, ada beberapa pihak yang selalu stay disebelah gue,
sangat bersyukur.
Emang yang paling penting bersyukur, bahkan masalah pun
harusnya disyukuri.
3 Pria Hebat-ku
Salah satu hal yang sangat teramat gue syukuri tahun 2017
itu Cahyo, Aji, dan Agus.
Sebelumnya gue deket gak sama mereka? Boro-boro, teguran aja
engga!
Di awal kepemimpinan gue aja gue masih belum mencoba untuk
kenal mereka.
Tapi ternyata, mereka semacam malaikat untuk gue!
Beban kita sama
Selera humor kita pun sama, receh.
Cahyo, wadah
curhat gue, doi lucu dan perhatian banget, ada sisi ke-bapak-an di diri dia.
Cahyo bukan tipikal orang yang bisa langsung akrab dan deket sama seseorang dan
gue bersyukur bisa akrab dan kenal dia.
Doi kalo lagi ngambek harus dikelitikin hahaha, sama gue sih
ngaruh tuh ngambeknya hilang perlahan, gatau deh sama yang lain :P HAHAHA
Aji, Endut, lucu,
dan gue percaya dia bisa survive kehidupannya dengan baik, terbukti dengan uang
yang minim banget doi tetep bisa bertahan hidup selama mungkin hahaha
Waktu kelar IndieFest, Aji nangis!! Beban dia hilang satu!
Dan gue, Agus, Cahyo meluk dia, how sweet things we are!
Agus, too pretty
untuk ukuran seorang pria, dia pernah dipanggil mbak!
Entah teledor atau emang gak hoki, Agus hp-nya rusak terus!
Heran gue -_-
Agus kalo nyeletuk lucu, dan jalannya lambat banget dan
santai banget gitu, hidupnya penuh problematik tapi santai hahaha
Mereka termasuk orang-orang penting di hidup gue!
BEM
KBM UNPAK, Kabinet Aktif dan Bersinergi 2016
Jujur! Dari lubuk hati banget, gue merasa kehilangan keluarga
Kabinet Aktif dan Bersinergi di tahun 2017.
Pertama, karena satu persatu dari mereka wisuda, yang
biasanya masuk gerbang kampus ada aja yang manggil gue atau ada yang gue
panggil, ada yang nyubit pipi gue, ada yang ngacak rambut, ada yang ngeledekin,
ada kepo nanya ini itu, ada yang nagih gambar. Sekarang udah engga ada, di BEM
KBM gue anggota re-shuffle, tapi gue bahagia ada di sana bahkan sampai akhir.
BEM KBM itu yang paling berpengaruh dalam kebahagiaan gue di
tahun 2016.
Orang-orang bilang BEM KBM isinya orang yang terlalu serius,
yang pembahasannya berat, banyak debat.
Tapi apa yang gue rasa? Gue justru ngerasain terlalu banyak cinta di dalamnya,
meski sering debat tapi rasa toleransi di dalamnya besar, setiap individu
didalamnya baik dan gue merasa disayang banget sama mereka begitupun
sebaliknya, gue merasa sayang banget sama mereka, sama BEM KBM-nya.
Awal pas gue masuk, gue itu bontot dan gue langsung disambut
sama kakak-kakaknya.
Gue dituntun harus apa, gue diajak bercanda, bahkan
bercandaan dan lelucon gue yang cenderung gak berbobot bisa diterima dengan
baik sama mereka yang katanya “orang-orang serius”
Gue nyanyi lagu anak-anak di depan sekret, apa mereka
ilfeel? Engga J
Bahkan ikut nyanyi.
Kak Paras, kak Desi, Kak Intan, Kak Mirta, Kak Reva, Kak
Vera, Kak Shabrina, Kak Jalu, Kak Ismy, Kak Ester.
Perempuan-perempuan penuh kehangatan di BEM-KBM, perhatian
dan gak jarang juga penuh kekonyolan. How I love them so much!
Kak Dado, Presiden Mahasiswa yang suka nyubit L
Sering berasa adik kecil banget kalo sama kak Dado, selama
jadi presma pasti dia bebannya banyak, begitupun anggotanya, tapi terharunya
kita tetep bertahan sampai akhir, hamper tiap hari liat muka stress kak Dado,
tapi tetep bisa senyum dia.
Kak Adi, Wakil Presiden Mahasiswa, Lucu! Lucu! Lucu!
Kalo ngomong lucu, perhatian, baik, dan sekali lagi, Lucu!
Ada Kak Lana juga, salah satu yang paling perhatian ke gue,
paling baik, paling ramah!
Bapak Amri, sama juga, perhatian, baik, lucu, dewasa, dan
bijaksana.
Agak capek ya kalo harus dijabarin satu-satu, intinya bagi
gue BEM KBM 2016 itu PENUH KEHANGATAN DAN CINTA HAHAHAHAH
Dan gue selalu kangen BEM KBM 2016
The Little Things That Makes Happy
Ini nih yang paling berkesan
Artbook pertama yang bener bener terbit dari sekian wacana
yang gue list
Proses gak nyampe 2 minggu loh! Bahagia banget asli!
Lewat buku itu gue mau nyampein hal-hal receh dan
bener-bener sederhana tapi kalo kita peka, hal sederhana itu bermakna banget
dan bisa bikin bahagia.
Karena motto hidup gue, harus bahagia! Hahaha
Masih banyak banget yang mau gue tulis, tapi capek ugha yha!
HAHAHA
TERIMA KASIH 2017
04.23
1 comments
Judulnya gak bohong sama sekali kok, gue sangat suka kawasan Tiong Bahru ini, saking sukanya gue mampir ke Tiong Bahru ini sebelum pulang. jadi, liburan kemarin itu gue gak mengunjungi area populer Chinatown, Orchard Road, bahkan Merlion Park pun gak gue sambangi. gue bener-bener keliling kawasan yang masih sepi wisatawan, salah satunya si Tiong Bahru ini.
kalo mau liat gambarnya lebih jelas, klik gambarnya aja ya!
Tiong Bahru ini merupakan pemukiman tertua di Singapura loh! dulunya kawasan ini tuh jadi tanah pemakaman, makanya dinamakan Tiong Bahru, Tiong adalah dialek hokian tionghoa yang artinya pemakaman, nah kalo Bahru itu diambil dari bahasa melayu yang artinya baru. tapi kawasan ini terus berkembang sejak tahun 1930 sampai sekarang menjadi salah satu kawasan trendi di Singapura, banyak kafe unik, toko roti, toko buku dan tempat yoga disini.
meskipun banyak kafe tapi gak bikin kawasan ini rame loh, kawasan ini tetep tenang, damai, dan kehidupan yang gue saksikan disini bener-bener kehidupan warga lokal, gak rame sama wisatawan.
kawasan ini juga terasa banget seninya menurut gue, karena memang Tiong Bahru merupakan salah satu kawasan seni, banyak banget mural yang menggambarkan kehidupan warga lokal singapura.
Kawasan ini didominasi bangunan berwarna putih, bangunannya kuno dan rapi, bersih pula. waktu gue keliling Tiong Bahru ini gue dengerin lagu Little Glee Monster yang judulnya Suki da, gue jadi berasa lagi di Jepang haha.
oh iya, flat disini tangganya ada diluar bangunan dan bentuk tangganya spiral, kaya tangga kostan Mona, kayanya kostan mona terinspirasi dari bangunan di Tiong Bahru ini, pasti pada bingung Mona siapa, Mona tuh yang tangga kostan-nya spiral hahaha
Btw, Mona kalo nyanyi suaranya bagus!
sebenernya muralnya ada lagi, tapi gak gue foto karena keasyikan nikmati suasana di sini, di tengah dinamisnya negara Singapura, Tiong Bahru justru pede banget dengan ketenangannya. gue bener-bener suka banget tempat ini, banyak juga loh toko-toko unik di Tiong Bahru ini, di Yong Siak Street ada tempat yang bagi gue menarik banget, yaitu toko buku Woods In The Books dan Books Actually.
Woods In The Books merupakan toko yang menjual buku-buku anak, banyak banget artbook disini, bahkan gue liat buku karyanya Gemma Correll, salah satu illustrator favorit gue. gue sempet mau beli bukunya, tapi karena gak punya duit yaudahlah lain kali aja, sempet geregetan sih, mau ambil bukunya Gemma Correll ini tapi ntar gue gak makan haha
terus, Books Actually merupakan toko buku independen yang didirikan sama Mr. Kenny Leck, gue memang udah ngincer Books Actually ini sebelum keberangkatan, koleksi bukunya banyak!
Diujung Books Actually ini ada ruangan kecil yang isinya barang-barang antik, ada postcard dan zine juga loh! gue sangat interest sama toko buku ini, suasananya gak kalah tenang sama suasana Tiong Bahrunya, klop banget!
kisaran harga buku-buku dimulai dari $8 - $150, kalo postcard dijual dengan harga $3
ada note buatan Books Actually juga harganya $10
Icon Singapura seperti Merlion Park dan Orchard Road bahkan Sentosa Island menurut gue gak bisa ngalahin suasana di Tiong Bahru. Intinya, Sasa Suka Tiong Bahru.
Tonton video gue tentang Tiong Bahru disini yaaaaa!!
06.02
No comments






































































